Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Header

www.analisamuya.com

Review Buku : Cinta adalah Perlawanan

         Buku karya Azhar Nurun Ala yang berjudul “Cinta adalah Perlawanan (Sebuah Perjalanan Rasa) adalah sebuah karya yang dituliskan untuk Istrinya (Vidia Nuarista Annisa Larasaty) yang menjadi sumber inspirasi terbitnya buku ini. Sweet sekali yah, MasyaAllah tabarakallah.


Karya novel ini menceritakan sebuah perjalanan rasa dari penulis untuk menjawab pertanyaan tentang “Apakah ia juga memiliki perasaan yang sama ?”. Yapz, buku ini adalah sebuah memoar. Perjalanan hati seorang manusia yang umum merasakan jatuh cinta, menghadapi keterpisahan, dalam pikiran menumpuk tanda tanya, hingga perlawanan untuk saling menyempurnakan.

Aku mencintaimu karena aku memilih untuk

Mencintaimu-itu saja. Bukankah cinta lebih butuh pembuktian daripada alasan ?

Identitas Buku

Judul                           : Cinta adalah Perlawanan (Sebuah Perjalann Rasa)

Penulis                : Azhar Nurun Ala

Penerbit             : Azharologia Books

Tahun Terbit     : Cetakan Pertama, September 2015

                            Cetakan Ketujuh, Juli 2019

Tebal halaman    : 168 halaman

Subjek               : Novel

Bentuk Karya     : Fiksi

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:

Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga

Sampai pada suatu hari

Kita lupa untuk apa

(Sapardi Djoko Damono, 1978)

Blurb

Cinta adalah pertahanan kita; yang utama, pertama, sekaligus terakhir. la menunggalkan yang jamak, mencipta harmoni dari warna yang tak cuma satu. Tanpanya, hanya ada aku, kamu, dan dunia yang penuh luka. Tanpa cinta, neraka terwujud sebelum dunia sima.

 

Merayakan cinta bersamamu adalah mendaki bersama untuk mengibarkan sebuah bendera kemenangan di puncak. Barangkali kita akan meneteskan keringat yang tak sedikit, juga sesekali menginjak duri yang buat kita rasakan sakit. Tapi, tetap saja pendakian berdua lebih membanggakan daripada perjumpaan di puncak dengan bendera kemenangan masing-masing. Bahwa telah diajarkan oleh pengalaman, perih yang dilalui bersama adalah sumber kebahagiaan.

 

Cinta adalah perlawanan; atas penindasan oleh rasa takut yang berlebihan, atas kekhawatiran yang keterlaluan, atas rindu yang tak boleh dibiarkan beku lama-lama.

 

“Karena aku mencintaimu,

Akan ku lawan ketakutan-ketakutan itu.

Karena kau mencintaiku,

Kita jalani bersama”

"Cinta adalah Perlawanan" adalah sebuah novel yang kuat dan penuh makna, menawarkan pandangan yang mendalam tentang cinta dan perjuangan dalam melawan rasa takut yang berlebihan, atas kekhawatiran yang keterlaluan, atas rindu yang tak boleh dibiarkan beku lama-lama. Dengan karakter yang hidup dan latar belakang yang realistis, Azhar Nurun Ala berhasil menciptakan sebuah karya sastra yang menggugah pikiran dan perasaan.

Alurnya sangat runut dari jumpa pertama, kemudian merasakan kekaguman ketika saling bertemu. Namun, setelah itu merasakan kedukaan karena perpisahan jarak antara mereka dan tercipta sebuah puisi yang berjudul kerelaan.

 

Genggam hatiku. Jangan lama-lama.

Apa yang sebenarnya kau cari ?

Apa yang sebenarnya kau kejar untuk kau gapai ?

Mengapa seringkali kita tertipu oleh apa yang kita reka sendiri ?

Genggam hatiku. Lalu, lepaskanlah.

Kerelaan akan membawa kita pulang, jauh ke tempat kita bisa saling menyapa tanpa curiga.

Kerelaan akan membawa kita pada waktu, ketika satu ditambah satu tak mesti jadi Satu

 

         Yaps, kerelaan kalau kata Rumi adalah tipu daya waktu. Tak ada manusia yang tahu bagaimana kedepan hanya ada angan. Ntah apakah angan akan kejadian atau hanya angan saja.

         Setelah keterpisahan dan dilanda gundah gulana yang sangat mencekam pikiran. Akhirnya, penulis melawan rasa takutnya akan pikiran-pikiran yang sempat menghantuinya, Apakah ia juga memiliki perasaan yang sama ?”. Akhirnya, setelah melakukan istikharah, sang tokoh utama memberanikan diri untuk menyatakan kemauan diri membangun Jannah dengan kasih sayang (Pernikahan). Dan niat baik itu diterima dan sampailah pada Sepuluh November 2013, mengucapkan Qobiltu…

 

Pada bilangan mana

Aku boleh berhenti

Menghitung jumlah cinta

Yang kau beri setiap hari ?

 

Ketika detak jarum jam

Di dinding rumah kita

Menyerah, emngalah, dan pasrah

Tiada sanggup lagi

Menemaniku merapak angka-angka

 

Penulis (Azhar Nurun Ala) menuliskan karya novel ini adalah untuk mensyukuri cinta yang disambut baik oleh sang kekasih hati.

3 komentar untuk "Review Buku : Cinta adalah Perlawanan"

  1. Sepertinya novel yang menarik. Diksinya bagus dan jalan ceritanya kayaknya bagus.

    BalasHapus
  2. quotenya menarik, kak. Apalagi penggalan puisinya Pak Sapardi Djoko Damono, bikin meltingšŸ˜

    BalasHapus
  3. Tulisan kak Azhar itu sepertinya bayak terinspirasi dari istrinya deh. Mana kata katanya deep dan menyentuh banget. Bener yak, kalau kita dicintai seorang penulis, kita bisa abadi, karena menjadi sumber inspirasinya dalam menulis

    BalasHapus